Petra Odebrecht, Caleg PDP dapil Bali, Ex Kebangsaan Jerman
Petra Odebrecht, Caleg PDP eks Kebangsaan Jerman

Denpasar, (PDP). Lagi-lagi PDP mencatat sejarah pada Pemilu 2009 ini. Setelah mengajukan caleg manusia tertinggi (M Rosyid) dan menjadi satu-satunya partai yang di salah satu Dapilnya mengajukan 100 % perempuan, kini PDP juga dicatat sabagai satu-satunya partai yang mengajukan seorang bule sebagai caleg. Tentu saja, sudah memegang KTP RI. Dia adalah Petra Odebrecht, WNI keturunan Jerman yang maju sebagai Caleg untuk DPR dari PDP melalui Dapil Bali.
Saat berkunjung ke Kantor HU NusaBali bersama Koordinator Pimpinan Kolektif Nasional (PKN) PDP Ir. H. Laksamana Sukardi, Senin (6/1), Petra Odebrecht mengungkapkan ikhwal pencalegannya. Menurut Petra, pilihannya terjun ke politik sebagai Caleg dari PDP melalui Dapil Bali, karena dia tekadnya untuk ‘campur tangan’ memperbaiki nasib Bali lewat jalur politik.
“Saya bisa berjuang lebih baik. Dengan kemampuan dan kolega yang saya miliki selama ini, saya terpacu untuk ikut berjuang bagi Bali. Tak masalah jika ada yang ragu, tapi semua itu akan terjawab dengan kerja keras,” papar Petra.
Perempuan kelahiran Hamburg, Jerman ini mengatakan sudah merasa pas dengan apa yang dikerjakan saat ini. “Ini juga sudah menjadi komitmen saya, dan banyak teman-teman yang mendukung. Apalagi, saya juga sudah memenuhi semua persyaratan Caleg yang ditetapkan KPU,” tegas Celeg nomor urut 6 ini.
Bagi Petra, kini saatnya untuk membalas budi daerah, setelah dia selama 15 tahun tinggal di Bali,. “Selama di Bali, sudah banyak yang diberikan Bali pada saya. Kini saatnya untuk ikut memberikan yang terbaik terhadap Bali,” terang bule perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai touristic travel agent dan destinations manager ini.
Lalu, bagaimana asal mulanya dia bisa tertarik terjun ke politik? Kepada NusaBali, Petra yang sudah menjadi warga negara Indonesia (WNI) sejak 1991 ini mengatakan, semua berawal dari obrolan tentang kondisi Indonesia dalam satu tahun belakangan. Terutama dari rekannya, I Nengah Netra, yang tak lain adalah Pimpinan Kolektif PDP Bali.
“Dia banyak cerita tentang nasib rakyat kecil yang sering menjadi korban pembangunan. Tetapi yang menakjubkan, mereka itu tak pernah mau menyerah dengan keadaan. Wauw, ini bikin saya tergugah sehingga tergerak untuk melakukan hal yang sama,” jelas Petra yang dua tahun terakhir mengajar Yoga di Canggu Club dan Desa Muda Village di Seminyak, Kuta, Badung.
Bagi Petra, saat ini banyak pembangunan yang belum berpihak kepada masyarakat kecil. Termasuk juga terhadap lingkungan dan budaya lokal. Sehingga banyak petani yang terusir dari sawah garapannya. “Cerita-cerita seperti itu betul-betul membangkitkan inspirasi bagi saya,” ungkap perempuan yang juga sempat menetap di Jogjakarta ini.
Perempuan yang tinggal di Petitenget, Kerobokan, Badung ini mengatakan, ada beberapa permasalahan serius yang perlu dibenahi Bali. Di antaranya, mengenai lingkungan dan kebersihan. Berbekal pengalamannya berkecimpung di dunia pariwisata selema 10 tahun, masalah kebersihan perlu menjadi perhatian yang serius. “Selama ini masih banyak tempat yang kotor dengan sampah dimana-mana,” jelasnya.
Lewat kepiawaiannya dalam yoga, Petra yang telah menjanda ini ingin mengajarkan perlunya keselarasan bagi para anak didik di Bali, sehingga bisa tumbuh menjadi generasi yang cerdas. “Pendidikan adalah hal penting yang tak bisa diabaikan. Sebab jika pendidikan diabaikan, kita tak akan bisa bersaing dengan negara-negara lain yang lebih maju,” papar perempuan yang sudah tiga tahun tak pernah menengok negara asalnya ini.
Petra mengaku merasa nyaman bersama PDP, karena semua keinginannya bisa diakomodasi dengan baik. “Itu juga menjadi konsens partai untuk memajukan pendidikan dan kesehatan,” tambah Petra yang kakak laki-lakinya menikahi perempuan Bandung.
Selain itu, yang menyebabkan Petra tertarik bergabung dengan PDP, karena partai bergambar banteng putih itu memiliki kepemimpinan kolektif.
“Ini yang menarik bagi saya. Karena tak ada feodalisme ketua umum, semua ditentukan bersama-sama,” ungkapnya. (ma/ns)